Minggu, 14 Juli 2013

nyai anteh sang penunggu bulan

Assallamualaikum Wr.Wb.

Mungkin sedikit dari kalian telah mengetahui cerita anak dan rakyat yang berjudul "Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan", maka dari itu saya akan menceritakan cerita tersebut untuk pembaca. Berikut adalah cerita dari "Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan", selamat membaca!!!!!

Nyai Anteh Sang Penunggu Bulan

                                      
Pada jaman dahulu kala , di Jawa Barat ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Pakuan . Pakuan adalah kerajaan yang sangat subur dan memiliki panorama alam sangat indah . Rakyatnya pun hidup damai dibawah pimpinan raja yang bijaksana . Di dalam istana ada dua gadis remaja yang sama – sama jelita dan selalu kelihatan sangat rukun . Yang satu bernama Endahwarni dan yang satu lagi bernama Anteh . Raja dan Ratu sangat menyayangi keduanya , meski sebenarnya kedua gadis itu memiliki status sosial yang berbeda. Putri Endahwarni adalah calon pewaris kerajaan Pakuan , sedangkan Anteh adalah hanya anak seorang dayang kesayangan sang Ratu . Karena Nyai Dadap , ibu Nyai Anteh sudah meninggal saat melahirkan Anteh , maka sejak itu Nyai Anteh dibesarkan bersama Putri Endahwarni yang kebetulan juga baru lahir . Kini setelah Nyai Anteh menginjak remaja , dia pun diangkat menjadi dayang pribadi Putri Endahwarni .        

Episode 1                                                                                                                                                                  
Pada sore hari , di taman kerajaan Pakuan , putri Endahwarni sedang menikmati indahnya sore hari , lalu datanglah dayang pribadinya , yaitu Nyai Anteh yang memanggilnya untuk segera masuk kedalam istana karena hari sudah mulai menjelang malam .
Nyai Anteh                : ” Gusti putri  , (sambil menunduk kepala )” 

Putri Endahwarni    : ” kau jangan memanggilku gusti putri kalau sedang berdua
   denganku. Bagiku, kau tetap adiku tercinta. Tidak peduli   statusmu yang hanya seorang dayang . Ingat , sejak bayi kita dibesarkan bersama , maka sampai kapanpun kita akan tetap bersaudara .
 Awas ya ! , kalau lupa lagi, kamu akan aku hukum !
(katanya bijak )
   
NyaiAnteh                 : ” Baik gusti …, eh kakak !” (katanya malu)

Putri  endahwarni    : ” Anteh , sebenarnya aku iri padamu” (mukanya murung sambil
                                        membelakangi Nyai Anteh)

Nyai Anteh                : ” ah, iri kenapa ka? saya tidak punya sesuatu yang bisa
Membuat orang lain iri. ” (dengan herannya)                                                                                                                                                                               

Putri Endahwarni            : ” Apa kamu tidak tahu bahwa kamu lebih cantik dariku . Jika kau seorang putri , pasti sudah banyak pangeran yang meminangmu .” (sambil tersenyum)



                                                                                
Nyai Anteh                : ” Ha..ha..ha.. kakak bisa saja . Mana bisa wajah jelek seperti
Ini dibilangi cantik . Yang cantik itu kak Endah , kemarin saja pangeran dari kerajaan sebrang datang , dia sampai terpesona melihat kakak , Iya , kan ?”
(jawab Anteh  dengan semangat)

Putri Endahwarni    : ” Ah kamu bisa saja , itu karena waktu itu kamu memilihkan
baju yang cocok untukku . Oh ya , kau buat di penjahit mana baju itu ?”

Nyai Anteh                :” Eea …itu…itu.. saya yang jahit sendiri kak.  “

Putri Endah warni   :” Benarkah ? (kaget) wah , aku tidak menyangka kamu pandai
    menjahit . kalau begitu , lain kali kau harus membuatkan baju
    untukku lagi ya . Hmm … mungkin baju pengantinku ?”
                                  
 Nyai Anteh               :” Aduh , mana berani saya membuatkan baju untuk pernikahan
                                       kakak, kalau jelek saya pasti akan dimarahi rakyat “
                                       (katanya ketakutan)

Putri Endahwarni    :” Tidak akan gagal , kemarin baju pesta saja bisa . Jadi baju
pengantin pun pasti bisa “ (kata putri dengan tegas)
                                                                                                                                                          
Tidak terasa , waktu sudah malam . Ketika mereka sedang asik–asik nya berbincang-bincang , lalu Ratu memanggil Putri Endahwarni dan Nyai Anteh untuk kekamarnya .

Ratu                           :” Endah putriku , ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan . “
                                        (sambil berjalan menuju kamarnya )

Putri endahwarni     :” Iya bu:” (mengikuti ratu dibelakang)

Ratu                           :” Endah , kau adalah anakku satu – satunya , kelak kau akan
menjadi Ratu menggantikan ayahmu memimpin kerajaan Pakuan . Sesuai ketentuan keraton , kau harus memiliki pendamping hidup sebelum bisa diangkat menjadi ratu”
    
Putri endahwarni     :” Maksud ibu , Endah harus segera menikah ?” (bingung)
                                                                                    
Ratu                           :” ya nak , ibu dan ayahmu sudah berunding dan sepakat bahwa
calon pendamping yang cocok untukmu adalah Anantakusuma , anak adipati dari kadipaten wetan , dia pemuda yang baik dan terlebih lagi dia tampan . Kau pasti akan bahagia bersamanya, dan kau Anteh , tugasmu adalah menjaga dan menyediakan keperluan kakakmu supaya tidak terjadi apa – apa padanya”
                                             
Anteh                                     :”Baik gusti ratu .”


                                                                                                                                                        
Malam itu putri Endahwarni meminta Nyai Anteh untuk menemaninya .

Putri endahwarni     :”Aku takut sekali Anteh (kata putri dan sedih)  Bagaimana aku
menikah dengan orang yang sama sekali tidak aku kenal . Bagaimana kalau dia tidak mencintaiku?”



 Anteh                                    :”Kakak jangan berfikiran buruk dulu (hibur Anteh) saya yakin
Gusti Raja dan Ratu tidak akan sembarangan memilih jodoh buat kakak . Dan pemuda mana yang tidak akan jatuh hati melihat kecantikan kakak. Ah sudahlah , kakak tenang dan berdoa saja semoga semuanya berjalan lancar “
(katanya bijak )



EPISODE 2

Suatu pagi yang cerah  Anteh sedang mengumpulkan  bunga melati untuk menghias sanggul  putri  Endahwarni. Anteh  sedang menyaksikan bunga – bunga  yang sedang bermekaran dan kupu – kupu saling berebut bunga, dia mulai bersenandung  dengan gembira . Suara Anteh yang merdu terbang tertiup angin  melewati tembok istana.Saat itu,seorang pemuda tampan   sedang melintas di balik tembok istana . Dia terpesona mendengar suara yang begitu merdu . Ternyata pemuda itu adalah anantakusuma . Dia sangat sakti, maka tembok istana yang begitu tinggi mudah dilompatinya . Dia bersembunyi dibalik gerumbulan bunga , tampaklah olehnya seorang gadis yang sangat cantik . Anantakusuma merasakan dadanya bergetar . Ketika melihat Nyai Anteh yang dikiranya Putri Endahwarni.


Anantakusuma        :”Alangkah cantiknya dia , apakah dia putri Endahwarni calon
istriku?” (batinnya)

Anantakusuma keluar dari tempat persembunyiannya . Anteh trkejut ketika tiba-tiba dihadapannya muncul pemuda yang tidak dikenalnya .

Anteh                         :”Siapa tuan ?” (terkejut)

Anantakusuma        :”Aku Anantakusuma , apakah kau ..”
(keluar dari persembunyian)

Belum sempat Anantakusuma bertanya , seseorang memanggil Anteh .
“Anteh , cepat ! putri memanggilmu !” kata seorang dayang dari jauh .

Nyai  Anteh               :”Ya , saya segera datang! “
“maaf tuan , saya harus segera pergi .”
( langsung lari meninggalkan Anantakusuma )


                                                                
Anantakusuma        :”Dia ternyata bukan Endahwarni .” (kecewa)
“Dan aku jatuh cinta padanya . Aku ingin dialah yang jadi
istriku.”


  
EPISODE 3

Beberapa hari kemudian , di isstana terlihat kesibukan yang lain daripada biasanya . Hal ini adipati wetan akan datang bersama anaknya , Anantakusuma , untuk melamar putri Endahwarni  secara resmi . Raja dan Ratu menjamu tamunya dengan sukacita putrid Endahwarni juga tampak senang melihat calon suaminya yang sangat gagah dan tampan . Lin halnya dengan Anantakusuma yang terlihat tidak semangat . Dia kecewa karena ternyata bukan gadis impiannya yang akan dinikahinya.

Tibalah saat perjamuan . Anteh masuk ke ruangan dengan membawa nampan – nampan berisi makanan .
                                                                                                                                                                        Nyai Anteh                :”Silahkan mencicipi makanan istimewa istana ini .”
(kata Anteh dengan hormat)

Ratu                           :”Terimakasih Anteh , silahkan langsung dicicipi
(kata ratu kepada para tamunya)
                                                           
Anantakusuma tertegun melihat gadis impiannya kini ada dihadapannya . kerongkongannya terasa kering dan matanya tak mau lepas dari Nyai Anteh yang saat sibuk mengatur hidangan , kejadian itu tidak luput dari perhatian putrid Endahwarni pahamlah ia bahwa calon suaminya tealh menaruh hati pada gadis lain , dan gadis itu adalah Nyai Anteh . Putri Endahwarni merasa cemburu , kecewa dan sakit hati . Timbul dendam dihatinya pada Anteh . Dia merasa Antehlah yang bersalah sehingga Anantakusuma tidak mencintainya .

                                     
Nyai Anteh                :”Bagaimana ka ? kakak senagkan sudah melihat calon suami
                                       kakak ? wah ternyata dia sangat tampan ya .
                                                                                                                                              Putri Endahwarni             :”Anteh , mulai saat ini kau tak usah melayaniku . Aku juga tidak
                                       mau kau ada di dekatku . Aku tidak mau melihat wajahmu .”

Nyai Anteh                :”A…apa kesalahanku kak ? kenapa kakak tiba – tiba marah
begitu?” (dengan wajah kaget )

Putri endahwarni                 :”pokoknya aku sebal melihat mukamu ! (sambil membentak)
Aku tidak mau kau dekat-dekat dengan ku lagi … tidak ! aku tidak mau kau ada di istana ini ,. Kau harus pergi dari sini hari ini juga.! (marah)

 Nyai Anteh               : (sambil menangis)
“tapi kenapa kak ?setidaknya katakanlah apaKesalahanku ?”

Putri endahwarni     :”ah jangan banyak Tanya. Kau sudah mengkhianatiku . karna
kau Anantakusuma tidak mencintaiku . dia menantimu aku tahu itu , Dan itu karena dia melihat kau yang lebih cantik dariku . kau harus pergi dari sini anteh , biar anantakusuma bisa melupakanmu “

Nyai anteh                : (dengan wajah sedih)
“ baiklah kak , aku akan  pergi dari sini . tapi kak, sungguh saya tidak pernah sedikitpun ingin mengkhianati kakak . tolong sampaikan permohonan maaf dan terima kasih  saya pada gusti raja dan ratu. “

            Anteh beranjak pergi dari kamar putri endahwarni menuju kamar nya lalu mulai mengemesi barang-barang nya . kepada dayang lainnya dia berpesan untuk menjaga putri Endahwarni dengan baik .

Nyai anteh berjalan keluar dari gerbang istana tanpa tau apa yang harus dilakukan nya diluar istana . tapi dia memutuskan untuk pergi ke kampung halaman ibunya . anteh belum pernah pergi kesana , tapi waktu itu beberapa dayang senior pernah menceritakan nya. Ketika hari hari sudah hampir malam anteh tiba dikampung tempat ibunya dilahirkan . ketika dia sedang termenung memikirkan apa yang harus dilakukan . tiba-tiba seorang laki-laki yang sudah berumur menegurnya .

Paman                       :” maaf nak , apakah kamu bukan orang sini ?”

Nyai anteh                :” iya paman . saya baru datang” (ketakutan)

Paman                       :” oh maaf  . bukan maksudku menakutimu , tapi wajahmu
mengingatkanku pada seseorang . wajahmu mirip sekali dengan kakakku dadap .”

Nyai anteh                :” dadap? Nama ibuku juga dadap . apakah kakak paman
bekerja di istana sebagai dayang ?”

Paman                       :” iya .. apakah … kau anak nya dadap ?”

Nyai anteh                :” betul paman !”

Paman                       :” oh kalau begitu kau adalah keponakanku .  aku adalah
Pamanmu, Waru , adik ibumu .
( dengan kaget dan gembira )

Nyai anteh                :” benarkah ? ohh paman .. akhirnya aku menemukan keluarga
ibuku ! ”
                                       ( dengan gembira )

Paman                       :” sedang apakah kau disini ? bukankah kau juga seorang
dayang ?”

Nyai anteh                :” ceritanya panjang paman , tapi bolehkah saya minta izin untuk
tinggal dirumah paman saya tidak tau harus kemana “
Paman                       :” tentu saja nak, kau adalah anakku juga.  tentu kau boleh
tinggal dirumah ku . ayooo kita pergi !! “


            Sejak saat itu anteh tinggal dirumah paman nya didesa . untuk membantu pamannnya , anteh menerima pesanan menjahit baju . mula-mula anteh menerima pesanan menjahit baju . mula-mula anteh menjahitkan baju-baju tetangga, lama-lama karena jahitannya yang bagus , orang-orang dari desa yang jauh pun ikut menjahit baju mereka kepada anteh . sehingga ia dan keluarga paman nya bisa hidup cukup dari hasil nya menjahit .


EPISODE 4

Bertahun-tahun telah berlalu , anteh kini hidup dengan paman nya dan anteh sudah senang dengan usaha menjahitnya itu . Suatu hari di depan rumah nya berhenti sebuah kereta kencana dan banyak sekali pengawal yang menunggang kuda . Begitu pemilik kereta kencana itu melengokan kepalanya , Anteh menjerit . Ternyata itu putri endahwarni . putri  endahwarni turun dari kereta dan menangis .
  
Putri endahwarni     :”oh  anteh , sudah lama aku ,mencarimu ? kemana saja kamu
selama ini ? kenapa tidak sekali pun menghubungiku ? apakah aku benar -benar menyakiti hatimu? Maafkan aku anteh .        waktu itu aku khilaf, sehingga aku mengusirmu padahal kau tidak bersalah . maafkan aku.
( tangis putri yang merasa bersalah)

Nyai anteh               :” Gusti .. jangan begitu , seharusnya aku yang minta maaf
karena telah membuatmu gusar “

Putri endahwarni     :” tidak , akulah yang bersalah , untuk itu anteh , kau harus ikut
dengan ku kembali ke istana “ pinta putrid)

Nyai anteh                :” tapi putri aku sekarang tinggal dengan pamanku dan aku
bekerja sebagai penjahit jika saya pergi bagaimana dengan paman dan usahaku ?”

Putrid endahwarni   :” tentu saja paman dan keluarga mu ajak ke istana . Mengenai
pekerjaan mu , kau akan ku angkat sebagai penjahit Istana , bagaimana ? kau tidak boleh menolak , ini perintah ! “
(putri memaksa)


Akhirnya anteh dan keluarga nya pindah ke istana . putri endahwarni telah membuatkan sebuah rumah di pinggir jalan taman untuk mereka tinggal . namun anteh selalu merasa tidak enak setiap bertemu dengan pangeran anantakusuma , suami putri endahwarni . pangeran anantakusuma ternyata tidak pernah melupakan gadis impiannya.kembali anteh telah membuat cintanya yang terkubur bangkit kembali.mulanya pangeran anantakusuma mencoba bertahan dengan tidak memperdulikan kehadiran anteh.namun semakin lama cintanya semakin menggelora .
Hingga suatu malam pangeran anantakusuma nekat pergi ke taman istana , siapa tahu dia bisa bertemu dengan anteh . benar saja . dilihatnya anteh sedang berada di beranda rumahnya, sedang bercanda dengan cendrawat, kucing kesayangannya sambil menikmati indahnya sinar bulan purnama . meski kini sudah berumur , namun bagi pangeran anantakusuma , anteh masih secantik dulu saat pertama mereka bertemu . perlahan-lahan didekatinya anteh.

Pangeran anantakusuma :”  anteh !! “( berdiri di hadapan anteh )

Nyai anteh                            :” paa.. pangeran ? kenapa pangeran kemari ?
bagaimana jika ada yang melihat ? “
( anteh ketakutan )

Pangeran anantakusuma :” aku tidak perduli . yang penting aku bisa bersamamu .
                                                    Anteh tahu kah kau ? bahwa aku sangat
 mencintaimu.sejak kita bertemu di taman hingga hari ini aku tetap mencintaimu “

Nyai anteh                            :” pangeran , kau tidak boleh berkata seperti itu . kau
adalah suami putri endahwarni . dia adalah kakak yang sangat aku cintai. Jika kau menyakitinya , itu sama saja kau menyakitiku “ ( sambil memeluk cendrawat )

Pangeran anantakusuma :” aku tidak … aku tidak bisa melupakan ! kau harus
menjadi miliku anteh !
marilah biarkan aku memelukmu ! “
( sambil berusaha memegang tangan anteh )

Nyai anteh                            :” sadarlah pangeran ! kau tidak boleh menyakiti  gusti
putri “











Anteh mundur ketakutan tetapi pangeran anantakusuma terus mendekati  anteh. Anteh yang ketakutan berusaha melarikan diri. Namun pangeran anantakusuma tetap mengejarnya.


Nyai anteh                            :” oh , Tuhan tolonglah hambamu ini , berilah hamba
Kekuatan untuk bisa lepas dari pangeran anantakusuma. Hamba tau dia sangat sakti . karena itu tolonglah hamba.Jangan biarka dia menyakiti hamba dan kakak hamba “ ( doa anteh )

Tiba-tiba anteh merasa ada kekuatan yang menarik tubuhnya ke atas. Dia mendongak dan dilihatnya sinar bulan menyelimutinya dan menariknya . pangeran anantakusuma hanya bisa terpana menyaksikan kepergian anteh yang semakin lama semakin tinggi dan akhirnya hilang bersama sinar bulan yang tertutup awan .

Sejak saat itu nyai anteh tinggal dibulan , sendirian dan hanya ditemani kucing kesayangan nya. Dia tidak bisa kembali kebumi Karena takut pangeran anantakusuma akan mengejarnya. Jika rindunya pada keluarga nya sudah tak dapat ditahan , dia akan menenun kain untuk dijadikan tangga . tapi sayangnya tenunannya tidak pernah selesai karena sikucing selalu merusaknya kini jika bualn purnama kita bisa melihat bayangan nyai anteh duduk menenun ditemani cendrawat. Begitulah kisah nyai anteh sang penunggu bulan .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar